Rabu, 23 Januari 2008

waria

waria. ngak asing lagi ditelingah kita.taman lawang...........lapangan gasibu.........lapangan karebosi.........dan banyak tempat lagi yang mewakili keterwakilan 'kaum' yang satu ini tak banyak diantara kita yang mau memandang mereka secara positif . Penjaja seks.......sampah masyarakat,.......perusak tatanan yang mapan........pendosa yang tak terampunkan,......dan banyak lagi "cap" buruk yang dengan engtengnya kita lontarkan kepada mereka. Yach,kita taunya hanya mencela dan menilai sesuatu cukup dari kulit arinya saja.tetapi,andai kita mau jujur pada kata hati dan transparan pada realita yang ada.tak semua waria adalah penjajah tubuhtak semua waria hanya membuat kerusakantapi banyak yang bisa "jadi manusia" lebih manusia dari "kita" yang bangga dengan status yang kita sandang. mereka harus diterima dan "dirangkul" bersama dengan kita tuk menjalin kebersamaan.mereka memiliki potensi yang unik dan khas yang harusnya di manfaatkan pada jalur yang sebenranya bukan justru mengekang dan menutupi akses yang mereka milikimereka punya potensi sendirimereka punya hasrat sendirijangan kita paksa tuk sama dengan kitakita diciptakan beda,mengapa mesti harus samabukankah perbedaan adalah rahmah........bukankah tuhan melarang kita mencela seseorang,jangan sampai orang itu jauh lebih baik dari kitamari, kita selalu berfikiran positif dalam menilai sesuatu

Tidak ada komentar: