Jumat, 05 Desember 2008

MENYERAP NILAI-NILAI POSITIF DARI IBADAH KURBAN DALAM KEHIDUPAN AKADEMIK

Hari senin lusa menjadi momen yang sangat istimewa khususnya buat kaum muslimin. Perayaan idul adha yang selalu identik dengan pemotongan binatang kurban. Penggunaan istilah ibadah kurban atau idul kurban menjadi menarik karena istilah ini hanya digunakan di Indonesia saja. Istilah agama yang baku adalah Idul Adha atau ibadah udhiyyah. Kata kurban (atau korban) adalah kata serapan dari bahasa Arab yang ketika diadaptasi ke bahasa Indonesia kurang lebih memiliki arti “rela atau bersedia melakukan sesuatu tanpa pamrih apapun.” Secara harfiyah, kata kurban berasal dari kata qaraba-yaqrubu-qurbaanan, yang artinya dekat atau mendekatkan diri. Orang yang berkurban adalah orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mendekatkan dirinya kepada sesama. Ritual luarnya memang hewan kurban, namun kandungan isinya ialah ketakwaan keteladanan yang menjadi hakekat dari ibadah kurban. Iedul Qurban, adalah satu dari sekian ibadah yang menguji sekaligus mendidik semangat pengorbanan dan semangat pembebasan kepada kita. Takut kehilangan, itulah sifat yang menghalangi seseorang untuk berbuat baik dan yang mendorong kita untuk berbuat jahat. Sejarah telah mencatat, ketakutan akan kehilangan yang berulang-ulang telah menyebabkan berbagai tragedi kemanusiaan, dan akan lebih mengerikan jika sifat tersebut menjangkiti para mahasiswa yang kelak diharapkan menjadi pemimpin dalam lingkungannya, baik secara individu maupun kolektif. Ketidakakraban kita sebagai mahasiswa dengan nilai-nilai agama dewasa ini mendorong lahirnya humanisme sekuler dan pandangan hidup yang hedonis materialistik. Pemutlakan nilai-nilai kebenaran, dan kepentingan versi manusia serta penisbian terhadap agama menjadi bagian dari paham dan pandangan tersebut.. Absolutisme ini acapkali diterapkan dalam praksis kehidupan akademik bahkan sampai social,ekonomi,politik dan sebagainya. Takwa atau ketakwaan itu bukanlah nilai yang pasif dan doktriner, tetapi dinamis dan fungsional. Artinya, ketika seorang merasa diri bertakwa maka ketakwaan itu haruslah aktual atau ditransformasikan dalam kehidupan akademik sehingga melahirkan nilai lebih dan kemanfaatan yang bersifat mencerahkan kehidupan. Kampus, identik dengan kehidupan akademik. Kehidupan mahasiswa yang beragam dan unik, serta dalam setiap langkahnya pasti membawa cerita yang berbeda. Ada beragam sisi yang bisa kita lihat, sisi yang mampu membawa setiap insan mahasiswa yang terlibat di dalamnya untuk bercengkrama, berdiskusi, berpolitik kampus, ataupun hanya sekedar datang dan pulang tanpa membawa kesan. Mahasiswa sebagai simbol masyarakat akademik pada suatu perguruan tinggi senantiasa menjadi tolok ukur penilaian bagi stakeholder terhadap kualitas diri dan almamaternya. Kualitas dirinya menjadi refleksi bagi kualitas alamamaternya. Oleh karena itu, mahasiswa senantiasa dituntut kemampuannya untuk menampilkan kompetensi dirinya ke arah pencapaian visi almamaternya meski harapan tersebut tidaklah begitu mudah untuk dicapai karena mahasiswa sebagai pribadi hanyalah salah satu dari sejumlah komponen. Salah satu tanggung jawab mahasiswa adalah menjaga martabat diri dan almamaternya aktivitas akademik dan non akademik dengan bersungguh-sunguh menurut peraturan akademik dan kemahasiswaan yang ditetapkan oleh alamaternya. Sejatinya, makna ibadah qurban adalah kerelaan untuk berbagi nikmat dengan sesama melalui hewan yang disembelih dengan tujuan untuk meningkatkan kedekatan sosio-psikologis dengan sesama mahasiswa, dosen dan perangkat akademik yang lain terlebih lagi kedekatan vertikal dengan pencipta.. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat mencapai kualitas diri yang prima, baik untuk kepentingan diri dan keluarganya, ilmu pengetahuan, alamamaternya, masyarakat, bangsa, maupun untuk kepentingan negaranya Jelas sekali bahwa mahasiswa berhubungan erat sekali dengan keteladanan. Akhirnya, proses penyerapan nilai-nilai positif kurban penting bagi penegasan fungsi dan peranan mahasiswa sebagai simbol masyarakat akademik pada suatu perguruan tinggi

Tidak ada komentar: